Kelambu kasihnya tak pernah terungkai
Kerut-kerut dahi dan kedut-kedut wajahnya
Adalah takah jerih dan lelah rapi tersimpan
Dalam himpunan khazanah kasihnya
Rekah-rekah bibir usianya
Menjadi jalur luka diguris kata laku anak
Lenyap tenggelam didasar laut
Mulia serta rela
Masih menyusun rindu selangit
Ketika berjauhan

Ketar langkahnya menyusur hari
Adalah himpunan harap sebuah hati
Menanti tabir kepulangan anak
Berlabuh dimata
Yang terbelah jiwanya
Dihiris manja seorang isteri