Dari lakaran tarian penamu
engkaulah penyair sufi
sering memuji kebesaran Ilahi
dalam mendepani liku kehidupan
tidak rela membisu bahasa
menyaksi saudara seagamamu hanyut bebas
dalam dunia gelora palsu


Suatu ketika di lain masa
seorang pengembara sepi
bagaikan seekor ketam kecil
menyusur alur tapak yang kau tinggalkan
di sepanjang perjalanan pantai sunyi
sedangkan dirimu mengibarkan sayap pena
di puncak menara


Sahabat,
akulah ketam kecil itu
terpinggir di alam ciptaanNya
hanya mengutip serpihan warna impian
sebagai penghias mimpi.